Part #1

TERTUKAR!

Percayalah, kali ini berbeda dan ini kasus yang cukup langka. Kalau tertukar yang biasa kita alami adalah antara sendal dan sendal, yang ini luar biasa, antara sendal dan sepatu. Anehnya, bagaimana mungkin pelanggan bisa tidak merasakan perbedaannya, sementara kalau kita lihat dari gambar, perbandingan sendal dan sepatu ini bagaikan buah durian dan buah semangka. Setidaknya begitu dipakai, perbedaannya akan sangat terasa. Buru-buru! Saya sepakat, itu adalah alasan yang paling kuat untuk kasus ini. Padahal sepatu bahannya tertutup, dan sendal bahannya terbuka. Saya masih gagal paham bagaimana hal seperti ini bisa terjadi. Melihat dari kasusnya, saya yakin bahwa pelanggan bakal datang kembali menukarnya. Dan akhirnya saya harus menyerah dalam penantian yang cukup lama. Berminggu-minggu sudah pelaku tak kunjung datang. Dan yah, sudah menjadi fitrahnya untuk mengikhlaskan semua ini. Alfatiha!

Part #2

SALAH UCAT!

Mungkin karena terlalu banyak Admin, sehingga pelanggan ini merasa kesulitan membedakan. Sebenarnya simpel, kalau saja pelanggan menyimpan semua kontak Admin, maka kekeliruan itu akan terminimalisir. Sebab setiap nama admin sudah sangat jelas menggambarkan deskripsi bidang usahanya masing-masing. Misal, Admin Raja Konveksi, berarti sudah jelas bahwa bidang usaha yang dijalankannya adalah bagian konveksi atau penjahitan kaos polos. Kami melakukan pemisahan ini karena memang setiap bidang usaha memiliki divisi yang berbeda, serta laporan keuangan yang berbeda pula, itulah mengapa setiap bidang usaha kami menyiapkan 1 orang admin. Saya jadi berfikir, bagaimana seandainya ada Admin Raja Salman!

Part #3

RETAK!

Hari senin, Pelanggan (P) : Kaka, saya mau buat mug foto donk, 1 aja kak, tapi dibagusin yah, bisa? Kami (K) : Bisa dek, pasti mau buat hadiah yah? (P) : Iya kak, pacar saya besok ultah. Jadi tolong dibagus-bagusin yah kak. (K) : Sip dek, kirimlah fotonya! (P) : Ok kak, btw tambah kata-kata boleh? (K) : Boleh, apa teksnya? (P) : I Love U Forever (K) : Cieh........ mesra begitu yah? (P) : Hehehe... sekalian dikasih logo hati yang keren yah kak. Besok malam aku ambil, okay? (K) : Ok! Besok malamnya.... (P) : Kak mugnya sudah jadi? (K) : Sudah dek (P) : Pecahin aja kak (K) : Loh... kenapa?! (P) : Dia selingkuh kak (K) : Wah wah, turut prihatin dek. Tapi maaf saya tidak berani pecahkan (P) : Yaudah kak, tunggu saya kesitu Alhasil....

*Cat : untuk gambar di atas, sumbernya dari google sebab gambar aslinya tidak sempat diabadikan, anda tidak akan berani bayangkan bagaimana seandainya anda berada di TKP saat kejadian. Kredit : https://www.google.co.id/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fensiklopedihikmah.files.wordpress.com%2F2015%2F01%2Fgelas.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fensiklopedihikmah.wordpress.com%2Fcategory%2Funcategorized%2Fpage%2F5%2F&docid=0HuGJi_3GfdhXM&tbnid=AzJqUSOQumHxkM%3A&vet=10ahUKEwj29b3iqureAhXDXisKHa8-ApgQMwhEKAcwBw..i&w=1600&h=1063&bih=789&biw=1440&q=gelas%20foto%20mantan%20pecah&ved=0ahUKEwj29b3iqureAhXDXisKHa8-ApgQMwhEKAcwBw&iact=mrc&uact=8

Part #4

PHP!

Jangan dikira, percetakan seperti kami turut banyak menerima ujian PHP dari para pelanggan. Yah namanya juga pelanggan, maunya dibuatkan dulu mugnya trus datang ambil baru bayar. Tapi cukup banyak kasus pelanggan tak kunjung datang, akhirnya mug yang hanya bisa sekali cetak ini menjadi beban kerugian buat kami. Sampai akhirnya, pada saat 2 tahun usaha kami, ternyata mug hasil PHP mencapai ratusan biji, bisa dibayangkan betapa malangnya, lebih malang dari nasib anak yang dijahatin sama mama tirinya. Nah dari kasus ini manajemen kami tidak menerima sistem panjar atau DP, apalagi kalau minta cetak dulu baru bayar. Pokoknya setelah pembayaran lunas, baru masuk tahap cetak. Hitung-hitung kalau hasil mug php itu dipakai buat besi bensin, sudah bisa dipake mandi tuh bensinnya. Xixixi

Part #5