TAGLINE AGUSTUS 2021 – PRODUKTIF!

PANDEMI namun tidak terasa pandemi.

Tentu saja ada begitu banyak usaha yang sedang porak poranda 2 tahun belakangan ini. Kami termasuk salah satu yang merasakan imbas cukup besar. Namun usut punya usut, kami Alhamdulillah telah berhasil melewati ujian ini dengan baik.

Apapun yang kita semua alami, mari kita ambil sisi positifnya, buat semua pelaku usaha yang dapat bertahan, anda telah menaikkan level anda. Minimal ujian seperti ini bila terjadi lagi, sudah pasti akan terasa lebih enteng. Bertahan di masa seperti sekrang ini bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi anda yg justru semakin berkembang, maka anda luar biasa. Jadi hikmahnya adalah, kita sedang diberi ujian untuk menaikkan level masing-masing.

Kami di Raja Sablon Corporation bisa mengatakan, bahwa ini adalah masa terbaik sepanjang kami menjalankan usaha. Mengapa begitu? Ialah karena nilai omset kami kini, lumayan mengalami peningkatan yang drastis.

Olehnya itu, berdasarkan pengalaman kami, ada beberapa hal yang ingin kami bagikan dan semoga ini bisa bermanfaat. Disini kami sama sekali tidak bermaksud menggurui yah, namun pengalaman kami adalah informasi yang cukup tinggi nilainya.

Bagaimana kiat kami dapat berkembang di masa pandemi ini?

1. Produktif
Gunakan waktu kerja kita untuk segala hal yang menghasilkan, misalnya beriklan di sosial media, merapikan database pelanggan, dan menyapa mereka secara daring untuk membentuk ikatan emosional sebgai sesama pelaku usaha. Bukankah orang baik akan lebih menarik dibading yang kurang baik? Menyapa duluan adalah kebaikan yang sederhana, namun besar manfaatnya.

2. Diversifikasi Produk
Kami melihat, salah satu diantara beberapa usaha yang terpuruk di masa pandemi, adalah mereka yang fokus pada 1 jenis barang dan jasa, yang mana pelayanan mereka khusus pada orang-orang tertentu. Misalnya usaha print-print kertas hvs, dan fotokopi. Pasar mereka sebagian besar adalah instansi pemerintahan, dan pendidikan, sedangkan di masa pandemi, intansi tersebut tengah dibatasi aktifitasnya, sehingga otomatis pendapatan mereka menjadi turun. Demikian halnya kami yang bergelut di bidang percetakan/sablon, omset kami terjun bebas oleh karena bayaknya ragam aktifitas yang dibatasi. Maka jalan kami keluar darisini adalah dengan membuka layanan jasa dan produk sebanyak mungkin, dengan begitu pasar kami menjadi lebih luas.

Yang terjadi pada usaha kami adalah seperti ini, bila sebelum pandemi omset kami ada sejuta, maka setelah pandemi turun menjadi setengah juta. Lalu setelah menganalisis, kami menjalankan langkah di atas. Menggunakan jam kerja seproduktif mungkin, beriklan, menyapa pelanggan, dan menawarkan produk/jasa yg lebih beragam, sehingga kami dapat ketiban orderan yg lebih banyak. Menariknya, tidak semua jasa tersebut kami kerjakan sendiri, bahkan kebanyakan kami meminta bantuan teman lainnya sehingga kami dapat berbagi dengan mereka. Hebatnya lagi, omset kami yang tadinya setengah juta, naik menjadi dua juta, sedangkan satu setengah jutanya itu adalah omset yang justru kami oper ke teman-teman. Inilah pola dan algoritma yang kami terapkan selama masa pandemi.

Dengan begini, segala kebijakan pemerintah seperti PSBB, PPKM, dan lain sebagainya tidak lagi menjadi ancaman bagi kami, bahkan kebijakan-kebijakan itu menjadikan kami lebih kuat, dan tahan banting dari segala macam kondisi yang terburuk. Maka… mari produktif kawan, selagi masih ada kesempatan. Jangan biarkan usahanmu luluh lantan oleh situasi ini. Semangat!

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *